Fase Perkembangan Motorik Anak : Panduanibu

Fase Perkembangan Motorik Anak
Share ke Facebook Share ke Twitter
Image

PanduanIbu.com – Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Perkembangan motorik ini berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot anak. Sehingga, setiap gerakan yang dilakukan oleh anak seperti gerakan sederhana pun merupakan sebuah hasil dari pola gerakan yang menggabungkan interaksi yang cukup kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang melibatkan sistem gerak yang dikontrol oleh otak. Perkembangan setiap anak tidak sama, tergantung proses kematangan masing-masing anak.

Perkembangan motorik anak pada dasarnya dibedakan menjadi 2 yaitu perkembangan motorik halus dan perkembangan motorik kasar. Kemampuan motorik halus berkaitan dengan perkembangan otot kecil dan koordinasi mata dengan tangan. Misalnya menggambar, menulis, menggunting kertas sesuai bentuk, bermain puzzle, dan sebagainya. Sedangkan kemampuan motorik kasar adalah kemampuan yang menuntut keseimbangan dan koordinasi antara anggota tubuh dengan otot-otot besar. Misalnya berjalan, melompat, berlari, dan sebagainya. Rangsangan orang tua dan peran lingkungan sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus dan motorik kasar pada anak.

Rangsangan orang tua, selain untuk membantu perkembangan, juga bertujuan untuk mendeteksi apakah motorik anak berkembang sebagaimana mestinya atau tidak, apakah telah sesuai dengan tugas perkembangan usia anak saat itu atau belum. Banyak aktivitas sederhana yang bisa dilakukan untuk merangsang dan melatih motorik kasarnya, tetapi perlu disesuaikan dengan perkembangan dan usianya.

 

Berikut ini adalah beberapa ciri yang dapat dilihat dari perkembangan motorik kasar dan motorik halus pada anak antara lain:

Merangkak
Merangkak adalah bukti bahwa perkembangan motorik anak semakin baik. Dengan melihat perkembangan anak yang meletakkan kaki dan tumitnya dengan cara bergerak lambat di lantai adalah hal positif ditunjukkan oleh anak yang sudah mulai terlihat perkembangan motoriknya.

Berdiri dan Berjalan
Pada saat usia anak sekitar 1-2 tahun, maka anak tersebut akan menunjukkan ciri-ciri seperti bediri, berjalan melangkah, kemudian terjatuh lalu berdiri dan berjalan lagi dengan tertatih tatih.
Berjalan cepat biasanya diperlihatkan oleh anak pada usia 2 tahun ke atas. Sistem saraf motoriknya sudah berkembang dengan matang di bandingkan dengan usia di bawahnya. Dengan sistem gerak yang sudah hampir sempurna ini akan memberikan kemudahan bagi anak untuk melakukan aktifitas lainnya.

Menarik dan mendorong benda berat
Pada saat anak melakukan aktifitas menarik dan mendorong benda-benda berat berarti sistem sarafnya menunjukkan kekuatan pada otot-ototnya. Sehingga aktifitas ini adalah bukti bahwa anak telah mengalami perkembangan saraf motorik yang hampir sempurna.

Ketika anak mampu melakukan suatu gerakan motorik, maka akan termotivasi untuk bergerak kepada motorik yang lebih luas lagi. Anak seakan-akan tidak mau berhenti melakukan aktifitas fisik, baik yang melibatkan motorik kasar maupun motorik halus.

Sumber :