14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Banyuwangi Bangun Kampung Pintar



Secara geografis lokasi Banyuwangi mungkin tak menguntungkan. Berada di ujung timur pulau Jawa, hanya menjadi kota persinggahan arus masuk jalan darat ke Bali. Bertahun-tahun bumi Blambangan bak enggan maju. Jauh dari pusat ibukota Jawa Timur.

Tapi itu dulu. Kisahnya telah berubah menjadi sebuah kawasan kaya obyek wisata dan penuh dengan infrastruktur teknologi melengkapinya. Ketika Abdullah Azwar Anas resmi jadi bupati, Banyuwangi  bergerak membangun diri berbasis konsep kota masa depan cerdas berbasis karifan dan ekosistem lokal.

 Dua obyek wisata yang nyaris “diam” dikembangkan jadi tujuan wisata berskala nasional dan internasional. Taman Nasional Baluran dan kawah Ijen. Meski masih melimpah lagi kawasan lain yang belakangan jadi primadona turis.

Infrastruktur jaringan telekomunikasi dibentangkan. Masuk dari satu desa ke desa lain. Adalah Telkom yang ambil bagian mewujudkan impian sang bupati. Proyek tahun 2012 diawali dengan memmasang 1.000 titik hotspot Wi-Fi oleh Telkom. Sebab dengan jaringan telekomunikasi niscaya seluruh aspek dapat dikerjakan dan lebih mudah mengelola informasi dari daerah.

Tak butuh tempo lama bagi warga untuk mengakses internet gratis. Pemerintah kabupaten menyiapkan pula portal e-government agar dari tempat mana pun bisa diakses. Ini menyelesaikan persoalan administratif dan keterbelakangan informasi warga pedalaman. Alhasil tingkat akses Wi-Fi mencapai 132 persen.

Portal http://banyuwangikab.go.id kini menjadi salah satu situs pemerintah yang paling lengkap. Seluruh informasi bisa ditemukan di sana. Transparasi penggunaan anggaran pun bisa dibaca oleh warga. Kemudian, formulir elektronik pengurusan perijinan, kependudukan, hingga ijin untuk membuka transportasi dapat diunduh. Dengan begitu siapapun yang membutuhkan legalitas tak perlu bolak-balik ke kantor kabupaten.

Kalau Anda ingin mengeksplorasi Banyuwangi, sebuah e-magazine siap diunduh. Atau ingin paham koleksi kuliner kawasan Blambangan, mudah saja mencarinya. Bahkan jika ingin mencari daftar hotel, rumah sakit, atau kantor polisi, portal ini menyediakan.



Membangun Banyuwangi, bagi Azwar Anas juga musti mengangkat potensi kawasan pedesaan. Untuk satu ini, pak bupati bahkan telah mencanangkan sebuah konsep smart village. Ya, itulah kantung potensi Banyuwangi berada. Sebanyak 189 desa tengah “dicerdaskan” oleh pemerintah.

Kini sudah 80 desa masuk kategori cerdas. Desa-desa itu kini punya e-village budgeting. Gunanya agar mudah mengontrol maupun menggunakan anggaran yang sesuai dengan pembangunan yang dilakukan. Aplikasi ini bahkan dilengkapi dengan koordinat atau titik di mana proses pembangunan itu digelar.

Program Kampung Pintar ini terus menjalar ke desa-desa lain. Target tahun 2018, sisa 109 desa lainnya sudah layak memakai status Smart Village.

Banyuwangi kini memiliki bandara sendiri. Bandara Blimbingsari siap dilindas oleh pesawat jenis Boeing 737-500. Penerbangan dari Jakarta – Banyuwangi hanya perlu satu jam 30 menit saja.

Dulu, sulit memnyatakan matahari terbit di Jawa dari Banyuwangi. Hari ini, warga Banyuwangi boleh bangga menyebut kotanya sebagai “Sunrise of Java”.

 

BANYUWANGI IN NUMBER

 

1 Dari 25

Banyuwangi ditetapkan sebagai satu dari 25 Daerah percontohan Kota Cerdas versi Kominfo.

 

6.000

Jumlah rata-rata wisatawan per hari yang mengunjungi Banyuwangi selama libur Lebaran 2017

 

2.000

Jumlah rata-rata wisatawan yang mengunjungi Kawah Ijen setiap hari

 

63

Jumlah hotel yang berdiri di Banyuwangi

 

  1.668.438

Jumlah penduduk Banyuwangi, terdiri dari 838.856 jiwa laki-laki dan 829.582 jiwa perempuan

 

10

Jumlah Pulau di sekitar yang masuk wilayah Banyuwangi

 

15

Jumlah Rumah Sakit di Banyuwangi

Tags: indonesia future city, banyuwangi, smart village