14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Boneka Penolak Bala Hadir di Ajang IFC & REI Mega Expo 2017

Boneka topeng bermata melotot dan beralis tebal setinggi 2,5 meter dengan rambut kepala yang terbuat dari ijuk hitam serta diberi hiasan kembang kelapa bergerak lincah menyusuri lorong dibooth pameran Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017 yang digelar tanggal 14-24 September 2017 di Indonesia Convention and Exhibition BSD, Tangerang, Banten. Musik melengking khas ondel-ondel mengiringi langkah dua boneka tersebut meramaikan suasana pameran properti yang berlokasi di Hall 5, 6 dan 7 gedung ICE.

Peneliti kebudayaan Betawi Gusman J Nawi menyatakan dahulu Ondel-Ondel dikenal dengan sebutan Barongan. "Saat itu fungsinya sebagai penolak bala," kata Gusman pada reporter indonesiafuturecity.com, Minggu (16/9).

Menurutnya muasal Ondel-Ondel itu disampaikan seorang pedagang Inggris W. Scott pada 1605 pernah melihat boneka raksasa yang disebutnya een reus en een monster saat pesta khitanan Pangeran Abdul Mafakir. Boneka raksasa yang disebut Barongan itu dibawa oleh Pangeran Jayakarta digunakan sebagai penolak bala, pengusir setan dan demit yang mengganggu masyarakat Jakarta saat itu.

Masyarakat saat itu meyakini ondel-ondel memiliki kekuatan gaib hingga kerap disertakan dalam upacara adat, termasuk pesta pernikahan, sebagai pelindung dari marabahaya. Bahkan dalam hal pembuatan, membuat Ondel-Ondel pun harus melewati ritual sakral.

Pengrajin sebelum memulai membuat Ondel- Ondel, haruslah mempersiapkan beberapa syarat dan sesajian seperti kemenyan, kembang 7 rupa dan lain- lain. Hal ini dipercaya mampu menolak roh jahat masuk ke dalam boneka. Pembuatan Ondel- Ondel seperti ini berlangsung sampai dengan tahuan 1980- an.

Setelah masa itu terdapat pergeseran ritual dan fungsi dari Ondel-Ondel sehingga juga terjadi penggeseran proses pembuatannya. Tradisi yang sudah turun temurun ada mulai dilupakan dan ditinggalkan. Sama seperti tradisi Ondel-Ondel yang pada awalnya meminta madat sebelum pertunjukan, maka madat tersebut diganti menjadi rokok lisong. Ketika masa kepemimipinan gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin (1966-1977), Ondel-Ondel dijadikan sebagai boneka seni khas Betawi.

"Ondel-Ondel tak lebih dari sebuah bentuk kesenian yang tumbuh di jalan. Fungsinya sebagai hiburan semata yang dapat memberi pendapatan bagi masyarakat maupun senimannya itu sendiri," katanya.

Tags: Indonesia Future City, IFC & REI Mega Expo 2017, kesenian betawi, ondel-ondel,boneka penolak bala, pameran properti Indonesia