14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Cara Mengatasi Keamanan dan Keselamatan Ala Garuda Smart City

Konsep smart city harus dieksploitasi dari jauh-jauh hari agar semakin banyak mendapat dukungan dari pihak-pihak yang terkait, baik industri maupun pemerintah. Salah satu model kota cerdas yang sudah bisa dijadikan role model adalah Garuda Smart City, yang merupakan pengembangan dari grup ITB. Konsep ini dijelaskan dalam konferensi Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017 di ICE, BSD, Tangerang.

Definisi smart city adalah kota yang dapat mengelola sumber dayanya secara efektif dan efisien, untuk menyelesaikan berbagai tantangan kota menggunakan  solusi inovatif dan terintegrasi dan berkelanjutan untuk menyediakan infrastruktur, dan memberikan layanan-layanan kota yang dapat meningkatkan kualitas hidup warganya.

Dalam membangun smart city, tentu diperlukan bagian yang  bisa menangani keamanan dan kenyamanan. Karena menurut Cahyo Hartono, Ketua Kompartemen Asosisasi Indonesia Cerdas dalam konferensi yang membahas Smart Security, ada beberapa problem keamanan yang sulit diantisipasi. “Yang paling sulit adalah ancaman geologi, seperti gempa bumi, banjir, dan musibah alam lainnya,” ucap Cahyo.

Untuk mengantisipasi masalah ini, Cahyo memberikan solusi untuk memberikan Early Warning System (EWS).

Early Warning System ini seperti sensor yang bisa merasakan gejala awal, dan bisa ditaruh dimana-mana,” ujar Cahyo lagi.“Ini merupakan langkah untuk terhindar dari kebencanaan,” jelas Cahyo.

Contoh-contoh jenis sensor yang dimaksud Cahyo ada berbagai macam. Yang paling canggih adalah sensor menggunakan drone untuk melakukan pengawasan di tata ruang kota. “Drone sensor ini bisa terbang baik siang ataupun malam hari menggunakan sinyal-sinyal dari elektromagnetik, agar bisa memetakan kondisi tata ruang,” jelas Cahyo. Pada dasarnya drone ini seperti robot terbang yang memantau kondisi kota.

Selain itu juga bisa memanfaatkan sensor yang berasal dari masyarakat, lebih tepatnya telepon genggam. “Menurut data, pengguna telepon genggam di Indonesia itu ada 62 juta orang. Jadi ini bisa digunakan sebagai sensor untuk mengawasi berbagai wilayah, dengan menerima laporan dari masyarakat,” ucap Cahyo.

Juga masih ada sensor-sensor lain seperti face recognition system yang bisa mengenali wajah orang, dengan tujuan mengenali muka orang yang dikategorikan ancaman, seperti teroris atau buronan dan sebagainya. “Ada intelligent camera juga yang bisa memantau pergerakan manusia menggunakan heat body sensing, water pollution sensor juga ada yang bisa memantau kadar polusi di air,” urainya lebih jelas.

“Dan terakhir ada traffic sensing sensors yang bisa memantau kondisi traffic lalu lintas,” tuturnya. “Semua data yang masuk dari sensor ini akan diolah dalam satu analytical system agar bisa dianalisa lebih lanjut,” tutup Cahyo

Tags: IFC & REI Mega Expo,Indonesia Future City,smart security,Garuda Smart City,event Tangerang,pameran properti Indonesia