14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Efisiensi Energy Tantangan Mewujudkan Kota Cerdas

Membangun Smart City atau Kota Cerdas memerlukan beberapa prioritas yang harus diselesaikan salah satunya adalah efisiensi energi. Kebutuhan energi pada kota yang dipadati penduduk berdampak pada kenaikan beban listrik sementara infrastruktur jaringan yang ada semakin menua hingga muncul pemanfaatan pembangkit listrik dengan lokasi tersebar.

"Semua itu tantangan yang dihadapi dalam membangun Kota Cerdas, kata Teddy Sujarwanto, anggota Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC) dalam konferensi Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017 di ICE, BSD, Tangerang.

Menurutnya pergeseran pola kebutuhan energi akan terjadi pada kota yang beranjak maju, antara lain kota tersebut memerlukan emisi karbon yang lebih rendah, dan kualitas penyediaan energi, khususnya listrik yang lebih terjamin keamanannya. Namun meningkat fleksibilitasnya, adaptive, sekaligus merupakan infrastuktur yang resilient.

Ia menjelaskan penyediaan tenaga listrik juga akan bersaing, mengingat dimungkinkannya platform pro konsumer. Untuk mewujudkan kondisi tersebut, teknologi Smart Grid dapat berperan besar, karena teknologi ini merupakan sistem yang memungkinkan interaksi pemantauan dan pengendalian pembangkitan dan beban listrik, sehingga terjadi “komunikasi” antara konsumen dan produsen energi listrik yang interaktif.

Skenario teknologi smart grid tersebut hanya dapat diwujudkan dengan memanfaatkan kemajuan Informasi Teknologi dan Komunikasi. Serta berbagai teknologi baru dalam pembangkitan listrik secara mikro, penyimpan energi, serta peralatan listrik yang lebih efisienlah, yang memberikan manfaat dalam menurunkan biaya energi bagi konsumen, serta meningkatkan kelestarian lingkungan.

Smart grid sangat cocok dengan kondisi kondisi Negara Indonesia yang hampir semua jenis pembangkitan bisa diaplikasikan di Indonesia. Secara substansi, smart grid memiliki peran strategis dalam proses “smartification“ kota, menuju kota dengan layanan energi yang lebih efisien, dan berkelanjutan.

Namun demikian ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pembangunan smart grid. Yakni ketersediaan teknologi peralatan, perangkat, dan piranti yang mendukung. Lalu platform komunikasi, serta persyaratan interchangeability, interoperability, serta interfacing. Selanjutnya perlu keamanan siber dan protokol pasar kelistrikan/energi

Tags: IFC & REI Mega Expo 2017,Indonesia Future City ,event Tangerang,pameran properti Indonesia,smart grid,smart energy,smart city