14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Gambang Kromong Hangatkan Suasana Pameran IFC & REI Mega Expo 2017

Lengkingan suara Tehyan, Sukong, Kongahyan dan kendang menyebar kesetiap ruang pameran Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017 yang digelar tanggal 14-24 September 2017 di Indonesia Convention and Exhibition BSD, Tangerang, Banten. Membawakan lagu Hujan Gerimis buah karya almarhum Benyamin Sueb, kelompok seni gambang Kromong ini menyusuri ruang pameran sembari berjingkrak menari.

Gambang kromong merupakan seni kebudayaan Betawi yang sampai saat ini masih terus dilestarikan, kesenian ini sering dimainkan pada acara-acara resmi dan pesta rakyat namun tak banyak yang mengetahui muasal kesenian ini.

Pada abad ke-17 banyak imigran China datang ke Betawi. Hingga abad ke-18 muncul Nie Hoe Kong, seorang pemusik dan pemimpin golongan Tionghoa yang atas prakarsanya, alat-alat musik yang biasa terdapat dalam gamelan (pelog dan selendro) digabungkan dengan alat-alat musik China hingga terbentuk gambang kromong.


 

Gambang kromong awalnya dimainkan hanya dengan sebuah alat musik gesek bernama Tehyan, Kongahyan dan Sukong, seiring berjalannya waktu dan ada ketertarikan masyarakat lokal akan kesenian tersebut maka berkembanglah kesenian tersebut dimasyarakat betawi.

Lagu-lagu yang dibawakan pada musik gambang kromong adalah lagu-lagu yang isinya bersifat humor, penuh gembira, dan kadangkala bersifat sindiran. Pada 1960-an, berkembanglah gambang kromong modern yang dirintis oleh seniman Betawi, Benyamin Sueb hingga kesenian tradisional ini semakin dikenal luas.

Di samping untuk mengiringi lagu, Gambang Kromong biasa digunakan juga untuk pengiring Tari Cokek untuk menarik penonton agar mau menari bersama. Gambang Kromong juga digunakan sebagai pengiring Lenong (teater rakyat Betawi).

Tags: IFC & REI Mega Expo 2017,Indonesia Future City,kesenian betawi,gambang kromong,kebudayaan betawi,event Tangerang,pameran properti Indonesia