14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Geliat 5 Kota Masa Depan Dunia

Kota masa depan selalu identik dengan modernisasi. Walaupun sesungguhnya ada banyak parameter yang tidak melulu berbau modern. Tak heran jika sisi-sisi seperti teknologi dan infrastruktur –semuanya serba terkini- selalu menjadi daya tarik.

Di sisi lain, desain tata kota masa depan umumnya serba vertikal. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi keterbatasan lahan untuk menampung berbagai keperluan.

Di berbagai belahan dunia, sejumlah negara melakukan upaya merancang kota masa depan yang tidak hanya sekadar cerdas. Namun juga mampu menampung puluhan hingga jutaan masyarakat agar nyaman.

Menurut PBB, pada 2050 akan terjadi lonjakan jumlah penduduk hingga mencapai 9,6 miliar di seluruh dunia. Bagi negara-negara yang luas kawasannya kecil, sejak sekarang telah merancang kemungkinan membangun kawasan baru.

Berikut ini, lima kota yang telah disiapkan untuk menyongsong kehidupan baru kelak. Konsep kota masa depan juga diselingi dengan peruntukannya. Sebab, kota-kota masa depan berikut ini ingin pula menjadi pusat dunia.

Apa saja?

 

1.     King Abdullah Economic City (Saudi Arabia)

Tahun 2005, saat itu raja Saudi Arabia, Abdullah bin Abdulaziz al Saud telah mencanangkan dibangunnya kota masa depan bernama King abdullah Economic City (KAEC).

KAEC akan dibangun dengan biaya mencapai 86 miliar dolar yanng akan menampung penduduk hingga dua juta kepala.

Gagasan KAEC adalah menjadi kota yang menghubungkan manufaktur dan logistik dunia. Luas yang tersedia mencapai 70 mil persegi. Kota ini diharapkan akan beroperasi pada 2035.

 

2.     Dholera SIR (Delhi – Mumbai Industrial Corridor, India)

Untuk membangun koridor industri antara Delhi – Mumbai, perdana menteri India, Narendra Damodardas Modi menyiapkan Dholera SIR. Ini adalah salah satu proyek utama Delhi – Mumbai Industrial Corridoer (DMIC).

DMIC sendiri disiapkan menjadi salah satu  contoh kota cerdas a la India. Tujuannya menjadi potret  kawasan industri  India yang berkualitas internasional.

Dholera SIR diharapkan akan selesai dibangun pada 2019. Infrastrukturnya lengkap dan mengakomodir seluruh keperluan industri dunia. Nilainya mencapai 12 miliar dolar.

 

3.     Songdo International Business District (Korea Selatan)

Korea Selatan melakukan reklamasi untuk membangun kota masa depan bikinannya. Tanah seluas 404 ribu hektar disiapkan untuk mewujudkan kota bernama Songdo International Business Ristrict (IBD).

Songdo dibangun tak hanya sekadar menggerakkan ekonomi, namun juga peningkatan teknologi yang merupakan harapan Korea Selatan sebagai negara dengan inovasi teknologi paling maju di dunia. Bahkan Songdo IBD juga memiliki kawasan hijau yang menyeimbangkan ekosistem kota.

Selain perkantoran, Songdo juga memiliki bangunan perumahan untuk warga, juga pusat perbelanjaan dan hotel. Kini telah siap dihuni oleh 45 ribu warga. Namun proyek masih terus berjalan hingga 2020 agar sebanyak 65 ribu warga kelak menjadi warga Songdo IBD.

Untuk kebutuhan proyek membangun kota masa depan ini, Korea Selatan merogoh kocek mencapai 16 miliar dolar. 

 

4.     Masdar City (Uni Emirat Arab)

Kota masa depan versi UEA ini dibangun dekat Abu Dhabi. Ciri yang ingin diperlihatkan adalah penggunaan energi  matahari secara optimal. Selain itu juga menggunakan energi baru yang diharapkan terlepas dari ketergantungan pada energi lama.

Karena itu ambisinya adalah ingin menjadi kota dengan tingkat karbon nol. Masdar City memang dibangun untuk menampung warga, bukan semata untuk keperluan industri. Selain itu menampung warga yang bekerja di Abu Dhabi.

Hingga tahun 2020, Masdar bisa menampung sebanyak 7.000 warga dan 12.000 komuter yang bekerja di Abu Dhabi. Namun 10 tahun berikutnya, Masdar akan menjadi tempat hunian bagi 45.000 hingga 50.000 warga. Diharapkan sebanyak 1.500 pengusaha akan tinggal di situ.

Total anggaran yang disediakan mencapai 18 miliar dolar.

 

5.     Khazar Island (Azerbaijan)

Kawasan ini terdiri dari 41 pulau yang tersebar di area seluas 12 mil persegi di Laut Kaspia, Kepulauan Khazar juga dikenal sebagai Kepulauan Kaspia.

Proyek kota masa depan satu ini diharapkan bisa selesai pada 2022 dan akan mampu menampung lebih dari satu juta warga dengan fasilitas seperti 150 sekolah, 50 rumah sakit, beberapa taman, mal dan universitas.

Perimeter pulau ini akan memiliki trek balap berstandar Formula 1. Sorotan lainnya adalah Menara Azerbaijan . Menara ini siap untuk membuat rekor bangunan tertinggi di dunia di dunia dengan ketinggian 1.050 meter.

Angka ini tentu  memecahkan rekor Burj Khalifa setinggi 222 meter. Proyek tersebut akan menelan biaya sekitar 100 miliar dolar.

Tags: kota masa depan, future city, futurecity, smart city