14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Infrastruktur Smart City: Teknologi dan Budaya




Bicara soal smart city maka bayangannya adalah kota yang bisa merespon secara real time keadaan kota dan penduduknya. Untuk menciptakan kota yang seperti demikian maka diperlukan jaringan internet dengan tingkat kepadatan yang tinggi. Hal ini menjadi satu keharusan karena di atas jaringan inilah akan dipasang sensor-sensor untuk memantau kota.

Wacana pembangunan smart city kini sedang menjadi tren di kalangan pemerintah kota atau kabupaten di Indonesia. Kehadiran smart city bisa menjadi nilai tambah bagi pemimpin daerah karena menjanjikan suatu hal yang baru dan menstimulus warga untuk bebas berkreasi. Maka sejumlah kota saat ini sudah mulai mengusung konsep smart city dengan berbagai pendekatan dan implementasi yang beragam.

Program smart city umumnya diawali oleh keinginan menghadirkan pemerintahan dengan pelayanan publik yang lebih baik. Seperti kemudahan mengurus perizinan atau non perizinan, kemudahan menyampaikan laporan atau aspirasi, transparansi pelayanan, peningkatan kecepatan pelayanan publik, transportasi umum yang lebih dapat diandalkan, peningkatan keamanan, dan lain-lain. Cara yang dilakukan untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik ini adalah dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Memang teknologi bukanlah satu-satunya solusi untuk hadirnya program smart city di sebuah kota. Ada aspek lain yang tidak kalah penting, seperti konsep bisnis dan SOP (standard operating procedure) yang harus dibenahi. Namun ketersediaan jaringan informasi dan komunikasi penting sebab akan ada fitur untuk memantau kondisi lalu-lintas, keamanan lingkungan, kondisi udara, hingga fitur penerimaan pengaduan masalah kota secara langsung dari warga.

Maka bisa dikatakan membangun smart city tidaklah semudah membalik telapak tangan. Perlu waktu untuk membangun smart city. Apalagi di Indonesia yang belum  tersedia infrastruktur jaringan informasi dan komunikasi yang memadai. Sedangkan untuk pembangunannya akan banyak hambatan, terutama soal pendanaan.

Belum lagi problem klasik di staff pemerintahan yang selama ini lebih cenderung menjalankan budaya kerja individualistik. Belum ada integrasi dan penyelarasan di level sistem informasi dan teknologi, serta data yang sudah terstandarisasi. Data inti pembangunan berupa data kependudukan dan data geospasial saja belum dikelola dengan baik, seperti penggunaan, penyimpanan, duplikasi, serta kewenangan untuk mengakses data. Integrasi antar sistem IT pemerintahan juga masih sangat minim.

Hal-hal tersebut menjadi tugas utama dari semua pihak yang terlibat dalam inisiasi smart city di Indonesia. Prinsipnya teknologi hadir untuk membantu meningkatkan kualitas. Jangan sampai memulai program smart city hanya terpaku pada teknologi terkini saja. Harus ditekankan juga pada tujuan mencanangkan program smart city.

 

Keunggulan implementasi smart city kota-kota di Indonesia:

Jakarta

Jakarta tengah berupaya menerapkan Smart City Lounge untuk pelayanan yang lebih baik dan terintegrasi. Merupakan pusat kontrol pengoperasian smart city melalui TIK, yang menerima pengaduan masyarakat mengenai masalah sosial, macet, banjir, sampah, kriminalitas, pelayanan publik dan lain sebagainya.

Bandung

Bandung Smart City akan memanfaatkan TIK untuk sektor transportasi, bisnis, pendidikan, kesehatan, sistem pemerintah dan pelayanan publik. Meliputi Hay U untuk perizinan online, SIP untuk rapor Camat oleh warga, citizen complaint online, Silakip untuk monitoring kinerja Pemkot, dan penggunaan sosial media Twitter sebagai sarana komunikasi warga.

Pada tahun 2015 Kota Bandung terpilih masuk finalis 6 besar dunia untuk Inovasi Smart City dari World Smart City Organisation di Barcelona. dengan mengusung konsep Connected Citizens Encouraging Participatory Governance for Smarter Urban Dynamics.

Makassar

Dibanding kota lain di pulau Sulawesi, Makassar sudah menerapkan layanan publik dengan implementasi TIK. Misal untuk memantau kemacetan, sistem pembayaran parkir online yang sudah on the track, serta sudah memiliki Makassar Smart Card yang bisa digunakan untuk kepentingan dalam urusan sistem pemerintahan dan pembayaran.

Surabaya

Surabaya mampu mengatur kemacetan dengan TIK. Traffic light-nya diatur dengan CCTV dan Integrated Traffic System Management. Surabaya juga telah menggunakan sistem pembayaran pegawai negeri sipil (PNS) dan pengelolaan Puskesmas dengan pemanfaatan TIK. TIK juga sudah diterapkan dalam sistem pendidikan.

Tags: smart city, future city, indonesia future city,teknologi informasi dan komunikasi