14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Ini Cara Bank Indonesia Kelola Pembayaran Cashless Ala Smart City

Pembayaran non tunai atau cashless akan menjadi sistem pembayaran yang tidak lama lagi akan diterapkan dalam semua aspek. Sistem pembayaran non tunai seperti ini juga menjadi ciri khas dari sistem kota yang sudah smart. Bank Indonesia sebagai bank sentral Indonesia pun juga semakin matang menyiapkan program-program pendukung dan cara pengelolaannya.

Salah satunya dengan menerapkan pembagian peran dan fungsi dalam mengelola sistem pembayaran cashless. Yang pertama adalah pengelola media multi fungsi, dimana dibagi menjadi dua peran. Peran pertama untuk mengelola data, yang merupakan BIG & SMART DATA. Untuk peran ini, dikelola oleh pemerintah daerah yang terdiri dari SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) dan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah).

Kedua instansi daerah tersebut harus bisa mengolah data yang sangat besar (BIG), namun saat bersamaan juga dapat menganalisa data untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan (SMART). “Dan data-data ini sangat besar, karena sampai memuat data biometric dari pemegang kartu tersebut,” jelas Apep, perwakilan dari Bank Indonesia. “Jadi harus dikelola secara efektif dan efisien penyimpanan datanya,” lanjut Apep.

Sehingga nantinya, media multi fungsi yang berupa kartu ini akan memuat data biometric pemegangnya. “Data biometric itu bisa saja dari kornea, bisa dari sidik jari, atau bisa juga dari raut muka,” lengkap Apep. Dengan menyimpan data biometric yang selalu unik, maka kecil kemungkinan akan terjadi penyalahgunaan identitas pribadi dari kartu pintar ini.

Keamanan data pribadi ini penting karena semua data dari identitas penduduk, saldo, termasuk rekening bank juga akan terintegrasi dengan kartu multi media ini, yang nantinya akan di-authorized melalui data biometric tadi.

Terakhir, peran kedua adalah penyelenggaraan layanan pembayaran yang dikelola oleh bank. “Meski kita tulis bank, tapi tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang bisa menyelenggarakan layanan pembayaran secara elektronik,” wanti Apep. Hal ini karena di Indonesia posisi bank masih lebih dominan dibanding lembaga atau industri keuangan lainnya. “Karena kalau di negara maju, layanan pembayaran lebih didominasi oleh lembaga keuangan lain selain bank,” tukas Apep.

Tags: IFC & REI Mega Expo 2017,Indonesia Future City,smart city,pembayaran non tunai,Bank Indonesia,event Tangerang,pameran properti Indonesia