14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Inovasi Kota Binjai Mengusung Smart City

Berawal dari berguru dengan kota-kota lain yang lebih dulu menerapkan smart city. Pemda Kota Binjai berhasil menjadi kota pertama di Sumatera Utara yang menerapkan smart city.

"Kami dulu dibawa KPK keliling kota lain untuk belajar bagaimana menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik.  Diantaranya ke Bandung, Surabaya dan Yogyakarta untuk belajar tentang smart city," tutur Walikota Binjai HM Idaham, saat mempresentasikan keberhasilannya mengelola smart city dalam  acara Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017 di ICE BSD, Rabu (20/9/2017).

Idaham berkisah tentang jatuhbangunnya menerapkan sistem smart city. Karya pertamanya adalah aplikasi untuk e-government. Namun sistem itu gagal karena tak sanggup membayar vendor. Aplikasi lain yang diadopsi dari daerah lain juga turut gagal dengan alasan yang sama, karena ternyata tak bisa diterapkan di Binjai.

Akhirnya ia pun menemukan gagasan bahwa membangun smart city tak harus mengandalkan anggaran pemerintah daerah, dimana kemampuan daerah kecil seperti Binjai terbatas. Akhinya ia pun mengajak kolaborasi sejumlah stakeholder lainnya, seperti perguruan politeknik dan PT Telkom. Ia meng-hire beberapa mahasiswa untuk mengelola sistem teknologi yang dibuatnya.

Setelah berhasil mengelola sistem e-Government, Binjai pun mengembangkan aplikasi-aplikasi lainnya. Diantaranya membangun Binjai Command Center yang berfungsi menampung keluhan dan pengaduan masyarakat. Aplikasi berbasis web ini juga dikelola oleh mahasiswa. Kemudian aplikasi IRA yang berisi tentang e-budgeting , e-planning dan e-perizinan.

Bahkan menurutnya, saat ini sudah 41 perijinan yang bisa dilakukan secara online. Terbaru Binjai mengembangkan aplikasi e-doctor yakni aplikasi berbasis android untuk masyarakat yang membutuhkan dokter dan memilih rumah sakit. Dimana masyarakat bisa langsung memesan dan membuat janji dengan dokter. Aplikasi ini juga terhubung dengan BPJS sehingga rumah sakit bisa mengetahui apakah pasien menggunakan BPJS atau tidak.

Untuk menerapkan keamanan sistemnya Binjai menerapkan sistem login menggunakan NIK atau Nomor Induk Penduduk, sehingga bisa langsung terdata alamat dan identitas penggunanya.

Atas inovasi yang dibuatnya ini Kota Binjau memperoleh apresiasi dari Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) atas 5 aplikasi e-Government dan Binjai Command Center (BCC) yang dibuatnya.

Tags: IFC & REI Mega Expo 2017,Indonesia Future City,smart city,Binjai smart city,e-Government,e-budgeting,Binjai sumatera utara,event Tangerang,Banten,pameran properti Tangerang,pameran properti Indonesia