14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Inovasi Seputar Energi Alternatif



Saat ini pengembangan sumber energi yang bisa diperbaharui yang nantinya akan menjadi energi alternatif di Indonesia tengah gencar dilakukan. Tujuan agar dapat mengantisipasi kelangkaan sumber energi di masa depan. Namun faktanya energi yang dapat diperbaharui masih menjadi pilihan nomor dua. Energi yang tidak dapat diperbaharui menjadi pilihan pertama.

Selama ini penggunaan energi yang tidak bisa diperbaharui banyak sekali fungsinya. Wajar jika masih sulit untuk beralih ke sumber energi alternatif. Namun apabila hal ini tetap berlanjut, maka yang terjadi negara akan kehabisan sumber energi. Karena itu harus ada terobosan untuk mengatasi permasalahan di atas.

Perlu ada langkah yang harus diupayakan pemerintah agar masyarakat mulai lebih memilih energi alternatif dan dapat mengelola energi tersebut. Yang pertama adalah membangun kesadaran masyarakat agar tidak bergantung pada sumber energi yang terbatas. Lalu yang kedua memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa energi alternatif adalah energi yang ramah lingkungan dan tidak mengotori lingkungan.

Banyak macam sumber energi yang disediakan oleh alam untuk bangsa Indonesia. Beberapa potensi alam yang dimiliki Indonesia yang dapat dijadikan sebagai sumber energi alternatif, diantaranya:

     Biofuel

Biofuel atau bahan bakar hayati dihasilkan dari bahan-bahan organik. Sumber biofuel adalah tanaman dengan kandungan gula tinggi (seperti sorgum dan tebu) dan tanaman dengan kandungan minyak nabati tinggi (seperti jarak, ganggang, dan kelapa sawit).

     Biomassa

Biomassa merupakan bahan alami yang dihasilkan dari proses fotosintesis yang sudah jadi maupun dalam bentuk buangan. Contoh biomassa adalah tanaman, rumput, ubi, limbah pertanian, limbah hutan, kotoran ternak serta pepohonan.

     Tenaga Matahari

Tenaga tata surya atau matahari dapat digunakan menjadi sumber pembangkit daya atau pembangkit listrik.

     Panas bumi

Penggunaan panas bumi sebenarnya sudah dilakukan sejak zaman Romawi kuno. Di Indonesia panas bumi digunakan untuk pemanas ruangan dan kebutuhan di kolam-kolam pemandian.

-      Air

Air adalah sumber energi alternatif  yang paling umum dengan memanfaatkan energi potensial dan energi kinetik yang dimiliki. Saat ini sekitar 20% konsumsi listrik di Indonesia sudah dipenuhi dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

-      Angin

Energi angin ditangkap menggunakan kincir angin dan diubah menjadi energi kinetik atau listrik. Pemanfaatannya di Indonesia telah dilakukan seperti pada Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Samas di Bantul, Yogyakarta.

-      Gelombang Laut

Energi yang bersumber dari tekanan naik turunnya gelombang air laut. Indonesia sebagai negara maritim yang terletak diantara dua samudera berpotensi tinggi memanfaatkan sumber energi dari gelombang laut.

-      Pasang Surut

Energi ini bersumber dari proses pasang surut air laut dengan memanfaatkan perbedaan tinggi rendah air laut saat pasang dan surut, serta arus pasang surut terutama pada selat-selat yang kecil. Indonesia memiliki potensi yang tinggi dalam pemanfaatan energi pasang surut air laut.

 

Agar Energi Alternatif Selalu Ada

Harus disadari energi alternatif seperti di atas bersifat intermittent, karena sumber energinya tidak stabil. Misalnya hujan kadang tidak turun, angin tidak berhembus, dan matahari tidak selalu bersinar. Hal ini menimbulkan tantangan inovasi baru.

Energi alternatif  harus menyiapkan teknologi penyimpanan energi yang membantu memasok listrik ketika sumber energi tidak tersedia. Saat ini sudah ada beberapa solusi untuk menutupi kekurangan ini.

1.  Pumped Hydro

Idenya adalah menciptakan air terjun buatan dengan memanfaatkan dua waduk air yang beda ketinggian. Air dari waduk yang tinggi dialirkan untuk memutar generator penghasil listrik.

2.  Baterai

-   Baterai Lithium. Powerwall, produksi Tesla Motors, adalah solusi intermittency tenaga surya. Dilengkapi panel surya untuk generate listrik dan charging.

-   Baterai Logam Cair. Proyek ambisius Ambri tengah dikembangkan profesor MIT. Bahan pembuatan baterai ini adalah Magnesium (Mg)-larutan garam-Antimoni (Sb) yang diklaim melimpah di alam dan murah. Harganya bisa 3x lipat lebih murah dibanding baterai lithium.

3.  Pengembangan Lain

Compressed Air Energy Storage yang memanfaatkan udara bertekanan tinggi untuk menyimpan energi, Flywheel yang menyimpan energi dalam bentuk energi kinetik, Superconducting Magnetic Energy Storage yang menyimpan energi dalam bentuk energi magnetik, dan Supercapacitor yang menyimpan energi dalam bentuk medan listrik.

 

 

FOTO: VEXELS

Tags: renewable energy, future city, indonesia future city,energi alternatif