14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Internet untuk Otomatisasi Rumah



Satu ketika sekembalinya Anda dari berpergian, begitu tiba di depan pintu rumah Anda menyadari ketiadaan kunci rumah. Namun alih-alih panik atau kebingungan, dengan santainya Anda mengambil smartphone dari dalam saku lalu memasukkan sejumlah kode tertenu ke dalam salah satu aplikasi. Dan, voila, kunci pintu rumah pun terbuka.

Di lain waktu Anda dapat mematikan lampu, menutup tirai-tirai jendela, menikmati sistem entertainment di rumah tanpa perlu beranjak dari tempat duduk atau beralih dari kegiatan Anda. Semua itu Anda lakukan hanya melalui smartphone.

Inilah gambaran jika kita tinggal di smart home. Kinerja sejumlah peralatan dapat dikendalikan dengan sekejap menggunakan smartphone atau tablet. Peralatan dan perangkat mobile saling terkoneksi sehingga dapat saling berinteraksi satu dengan yang lain dan juga dengan Anda.

Yang unik adalah tidak ada jarak yang membatasi interaksi antara smartphone dan alat-alat rumah tangga.. Yang diperlukan adalah koneksi Wi-Fi dan jaringan internet yang stabil di rumah. Keduanya diperlukan karena ini merupakan salah satu contoh penerapan Internet Of Things (IoT) di rumah.

Secara umum IoT dapat diartikan sebagai benda-benda di sekitar kita yang dapat berkomunikasi satu sama lain melalui jaringan internet. IoT memiliki konsep yang bertujuan memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Pada akhirnya IoT akan menjadi teknologi yang mengintegrasikan berbagai hal dengan internet.

IoT akan berpengaruh pada kehidupan manusia mengingat saat ini manusia tidak dapat terlepas dari internet. Dengan memanfaatkan IoT akan dapat meningkatkan kualitas hidup lebih baik. Dengan mengintegrasikan berbagai sensor dalam suatu jaringan, sebuah sistem dapat melakukan berbagai hal seperti tracking, recognition, surveillance dan lainnya.

Point utama dalam teknologi IoT yang sedang dikembangkan saat ini secara umum meliputi RFID, sensor, teknologi nano, dan embedded system. Sistem RFID-lah yang awalnya digunakan sebagai pondasi dan inti dalam proses IoT, untuk mekanisme pengumpulan data secara pasif. Kemudian, teknologi IoT berkembang untuk tujuan lain seperti monitoring kondisi lingkungan, biologis, medis, maupun infrastruktur.

Salah satu upaya pemanfaatan IoT adalah menghadirkan Home Automation. Dipicu oleh meningkatnya pemborosan energi dari tahun ke tahun yang salah satunya dari sektor rumah tangga. Belum memasyarakatnya budaya efisien sehingga pemakaian energi di dalam rumah cenderung boros. Belum semua menyadari untuk mematikan peralatan listrik ketika tidak diperlukan.

Home Automation adalah perpaduan dari jaringan komunikasi yang terhubung ke perangkat rumah dan memungkinkan untuk dikontrol, di-monitoring dan diakses secara jarak jauh. Data yang diperoleh dari monitoring rumah juga akan diproses untuk mengenali aktivitas pengguna, sehingga nantinya peralatan rumah tangga dapat berjalan otomatis sesuai kebiasaan penghuni rumah dan keadaan sekitar.

 

Merancang Home Automation

Setelah menghadirkan koneksi Wi-Fi dan jaringan internet yang stabil di rumah, berikut yang dibutuhkan untuk menghadirkan Home Automation:

1. Desain arsitektur sistem

a.   Sensor mikrokontroller, berfungsi mengukur kondisi rumah seperti suhu, cahaya, kelembapan, dll.

b.   Aktuator mikrokontroller, berfungsi menerima perintah dari middleware untuk mengontrol perangkat rumah.

c.    Middleware, berfungsi memproses data yang diterima dari sensor mikrokontroller untuk kemudian dilakukan pemrosesan data.

d.   Web App, berfungsi untuk menampilkan data dan fungsi kontrol terhadap perangkat rumah.

2. Desain perangkat keras

a.   Sensor & akuator. Aktuator bekerja setelah sensor menerima perintah dari middleware. Misal untuk menghidupkan dan mematikan peralatan rumah tangga.

b.   Wireless

c.    Middleware

3. Desain perangkat lunak.

Perangkat yang akan digunakan untuk mengumpulkan dan memproses data dari sensor, kemudian menampilkan data tersebut ke dalam web app serta melakukan fungsi kontrol terhadap perangkat rumah.

 

FOTO: NEXTWEB

Tags: internet, future city, home automation, smart home