14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Kebutuhan Hutan Kota Modern



Akhir-akhir ini Indonesia kerap dilanda cuaca ekstrim yang sangat tidak nyaman. Siang sangat panas dan sore hujan begitu lebat. Cuaca panas sangat menyengat, dan hujan lebat dikhawatirkan akan mendatangkan luapan banjir, angin kencang, longsor, dan rob (banjir akibat naiknya permukaan laut).

Pesatnya pembangunan fasilitas dan infrastruktur perkotaan menyebabkan wilayah kota menjelma menjadi belantara beton. Belantara beton inilah yang membuat suhu udara menjadi tidak nyaman dan munculnya ancaman banjir. Pembangunan fasilitas dan infrastruktur perkotaan ini kebetulan ada kebutuhan dari aktivitas masyarakat kota yang modern. Kebetulan aktivitas masyarakat itu juga yang makin menambah kekurangnyamanan suhu udara.

Udara panas akibat infrastruktur beton kota membuat penggunaan penyejuk udara atau AC (Air Conditioner) dan kipas angin meningkat. Di malam hari panasnya juga sama saja parah dengan di siang hari. Disebabkan oleh emisi karbon dari berbagai mesin industri dan kendaraan bermotor. Selain menambah panasnya udara, emisi karbon juga meningkatkan zat polutan yang merusak kesehatan.

Hutan kota adalah solusi untuk mengatasi ketidaknyamanan ini. Keberadaan hutan kota dapat membuat iklim kawasan perkotaan menjadi tidak ekstrim. Sejuk di siang hari, hangat di malam hari, dan dapat menahan terpaan angin kencang. Atau dengan kata lain secara ekologis hutan-hutan kota dapat mereduksi efek negatif lingkungan sebagai akibat dari pembangunan kota.

Beberapa jenis tumbuhan memiliki kemampuan yang tinggi untuk menyerap zat-zat pencemar. Hutan kota juga bisa meredam pemanasan udara di kota karena memiliki kemampuan ameliorasi iklim mikro. Serta sejumlah tanaman penyerap gas CO 2 bisa menurunkan konsentrasi gas penyebab efek rumah kaca tersebut dan menggantinya dengan gas O 2 yang sangat diperlukan untuk hidup dan kehidupan.

Namun sayangnya hutan kota dari tahun ke tahun mengalami tren penurunan. Yang idealnya hutan kota harus menempati ruang 30% dari total luasan kota. Justru yang terjadi dalam sepuluh tahun terakhir hutan kota di kota-kota besar cenderung terus menyusut.

Yang harus diwaspadai dari menyusutnya hutan kota adalah memicu permasalahan lingkungan kota. Selain estetika dan identitas asri dari kota itu hilang, dampak yang paling buruk adalah munculnya berbagai permasalahan lingkungan dan psikologis di masyarakatnya.

 

Saat ini pembangunan hutan kota ditujukan untuk mengatasi terjadinya penurunan kualitas lingkungan di kota. Pohon-pohon yang tumbuh di kawasan perkotaan dapat menciptakan udara sejuk yang akan menyusup sampai ke gedung-gedung di sekitar. Maka penggunaan penyejuk udara dan kipas angin menjadi tidak terlalu penting lagi dan energi listrk dapat dihemat. Hutan kota mampu meningkatkan gairah warga kota. Kehadiran ruang bervegetasi akan menambah indahnya suasana kota. Secara naluriah manusia menyukai warna hijau, udara yang segar dan susanana yang asri. Suasana yang sejuk, asri dan indah dapat menurunkan ketegangan psikologis warga kota, terutama pada jam-jam sibuk bekerja. Sedangkan fungsi estetika dan rekreatif hutan kota dapat memunculkan kesegaran psikologis warga kota, sehingga secara tidak langsung akan menambah gairah kerja.

Maka dari itu jika penataan hutan kota efektif untuk mengurangi berbagai problem sosial seperti kriminalitas dan kerusakan moral, keberadaannya harus cepat segera direalisasikan. Bahkan harus lebih diperluas lagi. Karena ke depannya aktivitas dari warga perkotaan akan semakin meningkat dengan segala bentuk modernitas.

Tags: kota,hutan