14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Kemenhub : Smart City Harus Punya Sistem Transportasi Massal yang Terintegrasi

Inspektur Jenderal Kemenhub Imran Rasyid hadir dalam konferensi Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017 yang diselenggarakan di ICE, BSD, Tangerang, pada tanggal 19 September. Pada kesempatan istimewa kali ini Imran membeberkan bagaimana sistem transportasi yang baik agar bisa menopang mobilitas masyarakat atau penduduk dalam sebuah kota yang cerdas. Menurut Imran, mobilitas dalam kota yang cerdas cenderung sedikit.

Ini berkaitan arti dari konsep smart city, yaitu suatu konsep kota cerdas yang dirancang guna membantu berbagai kegiatan masyarakat, dalam mengelola sumber daya yang ada secara efisien, dan memberikan kemudahan mengakses informasi terhadap masyarakat. Sehingga kemudahan dalam kegiatan masyarakat menjadi kunci penting. Karena itu kota yang cerdas cenderung memiliki sistem pergerakan (mobility) yang sesedikit mungkin, hambatan serendah mungkin, dan waktu tempuh yang sesingkat mungkin.

Alhasil, Kementerian Perhubungan sebagai pihak yang memegang infrastruktur dan transportasi harus bisa mengakomodasi konsep smart city ini dengan menyediakan layanan smart mobility. Imran pun memaparkan bahwa Kemenhub sudah menyiapkan program untuk menopang konsep smart city. Seperti Integrated Transport System, yang merupakan proses penataan transportasi yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan yang dilakukan tanpa membedakan moda transportasi, perusahaan dan institusi. “Tujuannnya meningkatkan manfaat ekonomi dan sosial, yang juga akan memberikan dampak terhadap lingkungan,” papar Imran.

Selain itu Kemenhub juga menyiapkan aplikasi Moovit, yaitu aplikasi angkutan umum terintegrasi se-Jabodetabek. Dengan aplikasi ini, pengguna bisa mengetahui moda angkutan umum atau transportasi publik yang tepat untuk mencapai tempat tujuan tertentu.

“Dan prinsipnya adalah pengguna bisa sampai tempat tujuan secara door to door, bukan dari satu simpul ke simpul lain. Simpul disini yang dimaksud adalah stasiun, halte atau tempat berhentinya transportasi publik lain,” jelas Imran. Karena kemudahan seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat cerdas atau smart society.

Di sisi lain, Kemenhub juga menyediakan sistem pembayaran yang terintegrasi juga. Hal ini dilatarbelakangi oleh “Banyaknya operator atau moda, ticketing system dan harga yang berbeda-beda, kompetisi antar operator, sistem pembayaran terlalu banyak, dan belum adanya standarisasi teknis dan sistem pembayaran,” ujar Imran. Ke depannya hal ini akan diintegrasikan oleh BPTJ selaku Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek.

BPTJ akan mengurus standarisasi sistem pembayaran integrasi, seperti kecepatan transaksi, kapasitas kartu, dan struktur penyimpanan dalam kartu. Rencananya kartu yang akan digunakan dinamakan ConneXion Card. “Ini kartu dengan platform chip base dan dapat digunakan menjadi tiket elektronik antar moda transportasi di wilayah Jabodetabek,” pungkas Imran.

Tags: IFC & REI Mega Expo 2017,Indonesia Future City,transportasi terintegrasi,moovit apps,transportasi sejabodetabek,kementrian perhubungan,event Tangerang,smart city,pameran properti Indonesia