14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Kisah Inovasi Smart Kota Makassar



Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, bersama-sama secara resmi meluncurkan Gerakan Menuju 100 Smart City pada tanggal 22 Mei 2017. Kota Makassar menjadi tempat berlangsungnya seremoni peluncuran program, sekaligus kota tempat dimulainya (kick-off) program Gerakan Menuju 100 Smart City.

Terpilihnya kota Makassar sebagai tempat peluncuran program sudah sangat tepat, mengingat ibukota propinsi Sulawesi Selatan tersebut selama ini telah menerapkan konsep untuk menjawab Smart City, yakni konsep Kota Sombere dan Kota Smart. Sombere dalam bahasa Makassar artinya keramahtamahan, kerendahan hati, dan persaudaraan. Konsep ini lalu menjadi bentuk muatan kultural dalam pemanfaatan teknologi digital (Smart) di kota Makassar.

Makassar sebagai salah satu kota terbesar di Asia Tenggara dihuni sekitar 1,7 juta jiwa dengan background masyarakat multikultur. Tentu hal ini menjadi tantangan pengelola kota dengan konsep Smart City. Tapi dengan merangkul seluruh lapisan masyarakat, partisipasi publik terhadap program kota meningkat secara signifikan.

Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto dengan Wakil Walikota Syamsu Rizal, sejak dilantik Mei 2014, telah melakukan terobosan tersebut. Sektor ekonomi, networking, sistem yang solid, dan kepercayaan menjadi elemen utama peningkatan kualitas SDM. Hingga 2016 sistem birokrasi yang lebih bersih, cepat, dan transparan telah tercapai.. Semua sektor pelayanan publik ditingkatkan dalam rangka menyasar fase Masyarakat Sejahtera Standar Dunia. Pengangguran diberdayakan untuk sektor kebersihan, lalu lintas, hingga pariwisata.

Infrastruktur, transportasi, dan penghijauan tak luput dari perhatian. Reklamasi di kawasan Pantai Losari berkembang ke megaproyek Center Point of Indonesia (CPI) yang diperuntukkan sebagai kawasan bisnis global terpadu. Di 2017 direncanakan pembangunan jalan tol dalam kota, Light Railway Train (LRT), dan unit transportasi publik Smart Pete-pete. Untuk pengembangan konsep Smart City, hingga saat ini 69 unit dari target 3.000 kamera CCTV telah terpasang di sejumlah titik strategis kota dan dikontrol selama 24 jam melalui Makassar Operation Room.

Top Inovasi

Dalam sektor kesehatan, program Makassar Home Care sejak tahun 2016 lalu kian optimal. Sebanyak 48 unit mobil Home Care selalu siaga untuk menyambangi para pasien. Program Home Care Dottorotta tidak memandang status warga. Siapa pun yang menghubungi Call Center Home Care akan didatangi tim medis reaksi cepat sesuai dengan kondisi penyakit warga.

Tim medis yang datang ke rumah warga terdiri dari perawat, dokter atau bidan, tergantung kebutuhan pasien, dengan menggunakan Ambulance Mini Dottorotta yang dilengkapi peralatan dan obat-obatan standar. Dokter akan memeriksa kondisi pasien untuk menentukan tindak lanjut, dirawat di puskesmas atau di rumah sakit. Jika tidak membutuhkan perawatan serius, warga diedukasi untuk memeriksakan kesehatannya di puskesmas.

Selain menunggu telepon warga yang membutuhkan layanan kesehatan, tim Home Care juga siap melayani perawatan pasien pasca operasi. Setelah pihak rumah sakit menginformasikan ke Dinas Kesehatan Makassar yang kemudian meneruskan ke puskesmas yang terdekat dari rumah warga yang sakit.

Berkat layanan ini Pemkot Makassar berhasil meraih penghargaan Top 35 Inovasi Pelayanan Publik di tahun 2016.

 

 

Makassar in Brief

 

·       Portal pemerintah kota Makassar: http://makassarkota.go.id

·       Pernah bernama Ujung Pandang pada 1971 hingga 1999.

·       Makassar telah menjadi pusat perdagangan Indonesia Timur sejak abad 16.

·       Hari jadi kota Makassar pada 9 November.

·       Makassar memiliki 15 kecamatan.

·       Jumlah penduduk hingga Maret 2017 mencapai 1.769.920.

 

Tags: makassar, indonesia future city, future city, home care