14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Kota Baru Parahyangan Usung Hunian Berwawasan Pendidikan

Dilandasi keinginan membentuk kawasan baru yang tidak membebani kota Bandung yang padat, Lyman Group mengembangkan Kota Baru Parahyangan sebagai kota mandiri. Dibangun dilahan seluas 1.250 hektar, Kota Baru Parahyangan mengambil konsep sebagai kota berwawasan Pendidikan. Kota ini akan dikembangkan dengan landasan tiga pilar, yakni pilar pendidikan, pilar budaya dan pilar sejarah.

Kota Baru Parahyangan diklaim sebagai proyek berskala kota pertama yang ada di Bandung. Diproyeksikan kawasan hunian yang mengincar kaum eksekutif Bandung ini akan menampung 100.000 orang lebih.

Kota baru ini akan mengembangkan aspek-aspek seperti pendidikan, kompetisi global, pemberdayaan masyarakat serta fasilitas kota bertaraf internasional. Untuk itu di lokasi itu akan dikembangkan sejumlah sarana pendidikan dari pendidikan terendah hingga perguruan tinggi. Diantaranya Science Park Sundial Puspa Iptek, Universitas Maranatha, STIKes Barromeus, Akademi bahasa Asing Internasional, Bale Seni Barle, Amazing 4D Theater, Damian School, Cahaya Bangsa Classical School, Bandung Allience Intercultural School dan BPK Penabur.

Selain pendidikan di lokasi ini juga akan dibangun sejumlah fasilitas lain seperti Automotif Center di kawasan Bumi Prastitanas, kawasan Business & Office Park di Parangelung, Internasional Golf Course dan sport club.

Kota Baru Parahyangan juga mengusung konsep rumah hijau, nyaman dan ramah lingkungan. Dimana mereka juga mengembangkan fasilitas seperti Jalur sepeda di seluruh jalan kota, pengolahan limbah rumah tangga melalui septic tank sistem biofil dan pengomposan sampah hijau, pembuatan biopori dan menggalakan kegiatan menanam pohon. Serta menerrapan arsitektur sesuai iklim tropis yang hemat energi dan adaptif lingkungan.

Menurut Soleh, sales marketing Kota Baru Parahyangan di kawasan seluas 1.250 hektar itu saat ini telah dibangun 17 cluster dengan berbagai nama dan konsep huniannya. Misalnya tipe Subang Asri yang mengadopsi rumah temo doeloe dengan model bangunan indo eropa, terinspirasi dari Parisj van Java abad 20 an di Bandung. Atau cluster Tatar Lokacitra yang mengadopsi hunian hijau  dan nuansa alam.

Unit rumah di kawasan ini ditawarkan, untuk tipe terendah luasan 126/65 dengan harga Rp1,2m yakni seperti cluster Wangsakerta. Sedang harga paling mahal  yakni rumah dengan luas antara 300-900 m2 dengan harga Rp4,5 - 10,5 miliar. "Kami memang menyasar pembeli kalangan eksekutif perusahaan," ujar Soleh ditemui di arena pameran REI Mega Expo 2017 di ICE BSD.

Selain fasiltas tersebut Kota Baru Parahyangan juga diklaim berada di lokasi yang strategis karena persis berada di pintu keluar Tol Padalarang.

Tags: IFC & REI Mega Expo 2017,Indonesia Future City,event Tangerang,pameran properti Indonesia,Lyman Group,Kota Baru Parahyangan