14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Manado Pelopor Smart City dari Timur

Manado menjadi kota pertama yang meraih predikat sebagai kota cerdas di kawasan Indonesia Timur, setelah kota di bagian Sulawesi Utara ini masuk sebagai salah satu dari 30 kategori kota cerdas Indonesia.  Prestasi Manado dalam  kategori smart city tergolong luar biasa, sebab kota yang dulunya biasa-biasa saja disulap hanya dalam waktu 4 bulan menjadi kota dengan pelayanan smart city.

Terutama setelah kehadiran sistem Cerdas Command Center (C3), yakni pemanfaatan teknologi untuk memudahkan Pemkot untuk memonitor secara real time kondisi kota, mengkoordinasikan serta mengambil keputusan dan merespon permasalahan yang ada di masyarakat.

Sistem ini diakui Sekretaris Daerah kota Manado, Rum Usulu  mengadopsi konsep Smart City yang dikembangkan sebelumnya oleh Kota Bandung, Jakarta dan Surabaya, yang kemudian mereka  terapkan di Manado. "Dengan sistem C3 ini kami bisa mengetahui keluhan masyarakat soal sampah, banjir dan kemacetan secara real time. Sekaligus aparat yang ada harus bertindak cepat memberikan solusi," ujarnya saat berbicara dalam diskusi smart city di event Indonesia  Future City & REI Espo 2017 di ICE BSD.

Diakui Rum permasalahan utama yang kerap dihadapi Kota Manado adalah persoalan banjir, kemacetan dan sampah. "Permasalahan itulah yang kerap diadukan masyarakat. Sehingga kehadiran sistem C3 ini benar-benar dirasakan manfaatnya," tambahnya.

Bahkan akhir-akhir ini, Manado tengah merancang agar sistem C3 ini  bisa terintegrasi dengan pelayanan PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu)  untuk memonitor sejauh mana kinerja aparat Pemkot dalam melayani masyarakatnya. "Sehingga pemkot Manado bisa mengontrol pelayanan izin telah sampai mana, masyarakat juga bisa mengejek proses perizinan yang diminta sampai mana," jelas Rum.

Dengan keberhasilan sistem C3 ini  Manado pun mengembangkan sistem dan aplikasi lainnya untuk sejumlah permasalahan lainnya. Misalnya untuk mengatasi persoalan sampah mereka mengembangkan aplikasi Qlue.

Setidaknya sebagai  upaya Pemkot menuju Manado Kota Cerdas 2021 yang menjadi  jargon kotanya.  Mereka telah mengembangkan setidaknya 9 aplikasi serupa antara lain : Sistem Gabungan Informasi Perangkat (Si Gita), Sistem Pemantauan Masyarakat (Si Tasya), Elektronik Goverment Letter (e-Gol), Pantau Harga Pangan (Tau-Pang), Ramalan Iklim Cuaca Cerdas (RICCA), Radio Komunikasi Gagak, Qlue Manado, Lapor Manado dan Kanal Resmi Pemkot Manado.

Tags: IFC & REI Mega Expo 2017,Indonesia Future City,event Tangerang,pameran properti Indonesia,Manado smart city,Sulawesi Utara,smart city