14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Mengenal Lebih Dekat Konsep Kota Cerdas

Smart City atau Kota Cerdas merupakan konsep kota yang dalam beberapa tahun terakhir banyak diadopsi oleh berbagai kota di dunia untuk menuju kota yang lebih baik. Kota Cerdas ini adalah konsep menyajikan informasi keadaan suatu kota secara komprehensif dan real time hingga pengambil keputusan dapat mengakses informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang singkat dan menghasilkan keputusan yang tepat.

Namun menurut Ketua Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC) Suhono Harso Supangkat keadaan tiap kota di berbagai negara memiliki kondisi eksisting yang berbeda-beda sehingga tak bisa begitu saja mengadopsi konsep Smart City dari kota-kota di negara lain ke Indonesia. Kota-kota di Indonesia memiliki berbagai permasalahan yang berbeda dengan kondisi kota-kota di negara maju.

"Sehingga menerapkan konsep Smart City dari negara maju tidak menjamin dapat menyelesaikan persoalan kota-kota di Indonesia," kata Suhono dalam dalam konferensi Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017 di ICE, BSD, Tangerang, Rabu (20/9).

Guru besar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB itu menjelaskan kompleksitas permasalahan sebuah kota seringkali berkembang sangat cepat. Dari masalah kemacetan yang sulit diatasi, pembuangan sampah, komplain masalah kesehatan warga, kebersihan lingkungan dan lain sebagainya. Semua masalah tersebut juga berkelindan dengan kultur masyarakat setempat.

Semuanya harus dapat diatasi dan sulit menyelesaikannya bila dilakukan dengan penyelesaian solusi konvensional. Kapasitas penyelesaian solusi konvensional seringkali tidak dapat mengejar kecepatan pertumbuhan masalah. "Perlu solusi baru yang inovatif yang dapat memberikan kapasitas yang lebih besar dari pada kebutuhan untuk menyelesaikan permasalahan kota," katanya.

Menurut Suhono Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan salah satu teknologi yang memiliki potensi inovatif yang tinggi untuk menyelesaikan berbagai tantangan perkotaan. Namun Kota Cerdas ini tidak identik dengan Kota TIK (Digital City), karena TIK bukan satu satunya kunci penyelesaian masalah perkotaan.

Ia menjelaskan konsep Kota Cerdas dapat diterapkan dalam cakupan atau skala yang lebih kecil atau lebih besar, sepanjang ada komunitas yang harus dilayani. Secara umum dapat disebut Smart-X. Dalam skala yang lebih kecil, konsep Smart-X dapat diterapkan pada sebuah desa sebagai Smart-Village. Sedangkan untuk skala lebih besar, konsep Smart-X dapat diterapkan pada kabupaten, provinsi, atau negara.

Suhono menyimpulkan Kota Cerdas adalah kota yang dapat mengelola berbagai sumber dayanya secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan berbagai tantangan kota menggunakan solusi inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk menyediakan infrastruktur dan memberikan layanan-layanan kota yang dapat meningkatkan kualitas hidup warganya.

Tags: IFC & REI Mega Expo 2017,Indonesia Future City,smart city,kota cerdas,event Tangerang,pameran properti Indonesia