14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Menkes: Kota yang Cerdas Harus Sehat di Semua Sektor

Konferensi Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017 yang diselenggarakan di ICE, BSD, Tangerang, tanggal 19 September 2017 mengundang banyak pihak-pihak yang kompeten dalam mewujudkan konsep kota cerdas. Salah satu pembicara yang menyempatkan hadir adalah Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr Nila Djuwita F. Moeloek Sp. M (K) di tengah-tengah kesibukannya. Nila mengungkapkan pandangan akan kota cerdas dari sisi kesehatan. Menurutnya untuk membangun kota yang cerdas, diperlukan insan yang sehat baik fisik dan jiwa.

Kaitannya dengan smart city adalah, “Kota yang cerdas harus ramah terhadap masyarakat,” ujar Nila. Maksudnya, kota yang cerdas tidak boleh memberikan tekanan yang berlebih kepada masyarakatnya. Karena menurut data yang dihimpun Menteri Kesehatan, penyakit tidak menular seperti stroke dan jantung menjadi urutan tertinggi penyakit yang diderita. “Dengan melihat tingkat kemacetan seperti sekarang, bukan tidak mungkin bisa memicu stress yang berujung pada stroke,” sambung Nila lagi.

Selain itu kondisi lalu lintas juga harus diperbaiki. Karena berdasarkan data yang sama, “Jumlah kasus kematian akibat kecelakaan harus menurun, karena angkanya masih tinggi,“ keluh Nila. Total korban jiwa yang mencapai 25.892 orang pada tahun kemarin harus direduksi pada tahun ini. “Kalau tidak direduksi, apanya yang smart city?” wantinya.

Menkes juga akan menggalakkan pengadaan puskesmas sebagai sarana utama kesehatan dari kota yang cerdas. Karena dengan diperbanyaknya puskesmas, maka masyarakat akan semakin mudah dalam mendapatkan fasilitas pengobatan.

Tentu juga dibarengkan dengan semakin banyaknya ambulans, akses kesehatan, ruangan rawat inap, dan sebagainya. “Layanan di bidang kesehatan harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Fasilitas sanitasi juga harus diperhatikan, “Karena masih ada sebagian penduduk Indonesia yang tidak mempunyai fasilitas sanitasi yang bersih di rumahnya,” terang Nila. Sanitasi yang tidak higienis akan menyebabkan pencemaran seperti air tanah dan air untuk konsumsi, yang berakibat kepada penyakit seperti disentri dan kolera yang peredarannya masih ada di Indonesia. Sehingga Menkes mengharapkan fasilitas sanitasi yang baik dan sehat juga menjadi bagian dari Smart City.

Tags: IFC & REI Mega Expo 2017,Indonesia Future City,smart city,konsep kota sehat,fasilitas kesehatan,event Tangerang,pameran properti Indonesia