14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Pengelolaan Lingkungan Jalan Mewujudkan Kota Cerdas

Pengelolaan terhadap permasalahan lingkungan menjadi salah satu isu global yang perlu diselesaikan bila ingin mewujudkan sebuah Smart City atau Kota Cerdas. Sampah salah satunya masalah lingkungan yang memerlukan pengelolaan baik.

Ujang Solihin Sidik, Kepala Subdirektorat Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut tiap tahun jumlah sampah terus bertambah. Bahkan penelitian oleh Universitas Georgia, Amerika Serikat, yang diterbitkan beberapa tahun lalu menyebutkan lautan Indonesia merupakan tempat ditemukannya sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah China.

"Kita juara kedua tapi soal sampah plastik, malu sekali," kata Ujang dalam dalam konferensi Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017 di ICE, BSD, Tangerang.

Sampah ini memang menjadi masalah utama di perkotaan namun dalam mewujudkan Kota Cerdas penting juga menjalankan Smart Environment. Ada beberapa aspek yang perlu dikelola seperti tata ruang, green space proliferation atau ruang terbuka hijau. Selanjutnya aspek pengendalian pencemaran dan transportasi hijau alias ramah lingkungan. Tanggung jawab produser, atau penghasil produk dan tanggung jawab masyarakat.

Menurutnya perlu ada perubahan paradigma mendasar untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan. Sampah selama ini selalu dipandang sebagai sesuatu yang tidak bernilai yang sebagian besar berakhir di Tempat Pembuangan Sampah. Jumlahnya pun terus meningkat, untuk sampah kantong plastik saja satu tahun bisa menghasilkan 10 miliar lembar yang dihasilkan dari toko modern belum menghitung pasar tradisional. Jumlah tersebut setara dengan 353 kali volume candi Borobudur.

Sehingga pengelolaan sampah agar kembali memiliki nilai tambah menjadi isu yang penting. Sejatinya ada sejumlah potensi dari sampah yang diproduksi di Indonesia. Paling banyak sampah yang bisa dikompos sekitar 60% atau 38 juta ton, plastik 14% hampir 9 juta ton, kertas 9% sekitar 5,7 juta ton. Lainnya besi 4%, plastik, tekstil, gelas, lainnya. Ini yang bisa diolah jadi energi, listrik, dan lainnya.

Tags: IFC & REI Mega Expo 2017,Indonesia Future City,event Tangerang,pameran properti Indonesia,smart city,smart environment