14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Peran Smart Tourism dalam Industri Pariwisata

Di era kecanggihan tehnologi yang menjadi keniscayaan kehidupan masyarakat modern. Dunia pariwisata juga dituntut untuk mengembangkan pola kerja yang cerdas. Melalui pemanfaatan teknologi digital, teknologi komunikasi dan teknologi informasi (Information and Communication Technologies / ICT) kini pariwisata Indonesia juga tuntut untuk mengembangkan Smart Tourism.

Pengertian smart tourism adalah suatu cara untuk memperoleh informasi tentang tourism atau pariwisata dengan memanfaatkan ICT. Smart Tourism adalah perkembangan logis dari pariwisata trandisional yang baru-baru ini berkembang menjadi e-tourism yang didasari inovasi dan orientasi teknologi industri.

Dalam kaitan dengan smart city, smart tourism dapat dimanfaatkan untuk menuju pasar pariwisata yang terpadu, terkait tempat-tempat wisata, departemen pemerintahan dan informasi serta layanan yang relevan dari perusahaan untuk mempromosikan pengembangan pariwisata.

Pemanfaatan smart tourism dalam dunia pariwisata diantaranya bertujuan untuk menciptakan wisata yang inovatif melalui infrastruktur teknologi mutakhir. Juga untuk menjamin keberlanjutan pengembangan kawasan wisata yang mudah diakses. "Selain juga  untuk memfasilitasi interaksi pengunjung dengan integrasi lingkungannya. Serta meningkatkan kualitas  pengalaman ditempat tujuan dan untuk meningkatkan kualitas hidup warganya," tulis kesimpulan diskusi focus group discussion  bertema Smart Tourism and Smart Culture yang digelar Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC) di Nusantara Hall, ICE BSD.

Contoh smart tourism yang dikembangkan kota- kota di negara luar, adalah Seoul, Korea Selatan yang menyediakan fasilitas free-wifi dan smartphone untuk para wisatawan, atau Sunmoon Lake Taiwan yang menyediakan informasi tentang bus wisata berdasarkan lokasi menggunakan ICT.  Begitu di Brisbane yang memasang 100 petunjuk ditempat tempat yang menarik sebagai alat komunikasi dan informasi wisatawan melalui aplikasi mobile pada radius tertentu, atau Jeju Island yang telah mendeklarasikan sebagai pusat smart tourism menggunakan inovasi teknologi untuk menyampaikan informasi tentang kepariwisataan pada wisatawan.

Sedangkan contoh pemanfaatan ICT dalam dunia pariwisata adalah E-Hotel, E-Resto, E-Transport, E-Show, dan E-Tours. Dimana penyuplai informasi tersebut berasal dari industri penginapan, travel agent, transportasi, pelayanan area publik dan event festival.

Tags: IFC & REI Mega Expo 2017,Indonesia Future City,event Tangerang,pameran properti Indonesia,E-Hotel, E-Resto, E-Transport, E-Show, dan E-Tours,(Information and Communication Technologies,smart tourism,e-tourism,smart city