14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Perhutani Bidik Ekspor Produk Flooring

Di tengah gempuran dan membanjirnya produk kayu olahan dan produk non kayu untuk industri meubel dan furnitur. Kehadiran kayu solid terutama jenis jati asal Indonesia masih memiliki peminat khusus. Terutama dari kalangan tertentu yang mengagumi keunggulan dan tekstur kayu jati.

Namun diakui saat ini minat pasar ekspor untuk produk mebel kayu jati mengalami penurunan. Sebelumnya  ekspor kayu jati Perhutani menyasar sejumlah negara seperti Cina, Hongkong, Eropa hingga Timur Tengah. Terutama untuk produk meubel jenis garden furniture.

"Hanya saja ekspor produk meubel saat ini tengah lesu," ujar  Yuri, kepala Departemen Pemasaran Log Perum Perhutani ditemui di booth Perum Perhutani di area ICE BSD.

Mensiasati lesunya kondisi pasar ekspor meubel kayu jati ini, Perum Perhutani fokus mengembangkan produk flooring. Produk ini dinilai masih cukup besar peminatnya di luar negeri dibanding produk kayu jati lainnya. Baik flooring untuk indoor maupun flooring untuk outdoor yang digunakan untuk taman-taman.

Kondisi serupa, menurut Yuri, juga dialami pasar produk kayu jati di dalam negeri. Pasar produk meubel dengan kualitas jati premium mulai jarang, pasalnya selain harganya  yang mahal juga sulitnya bahan baku.  Oleh karena itu Perhutani menyiasati produk meubel buatannya dengan kombinasi kayu lainnya, atau tidak seluruhnya dari bahan kayu jati. Namun dengan desain yang bagus dan finishing masih menonjolkan kayu jatinya. Produk meubel tersebut masih bisa bertahan dan diminati pasar. "Namun harganya masih bisa ditekan" tambah Yuri.

Tags: IFC & REI Mega Expo 2017,Indonesia Future City,Perhutani,kayu jati solid,kayu flooring,event Tangerang,ICE BSD