14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Polri : Kita Akan Patroli di Sosial Media Demi Keamanan Bersama

Konsep kota cerdas yang berbasiskan teknologi informasi dan komunikasi tentu juga membutuhkan pengamanan tersendiri, utamanya dari serangan jalur dunia maya atau cyber attack. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan partisipasi dari Kepolisian Republik Indonesia sebagai pihak yang berwenang. Di konferensi Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017 tanggal 19 September, Polri pun angkat bicara mengenai sistem keamanan dalam smart city.

Salah satu langkah yang diambil Polri adalah dengan mengadakan patroli di area media elektronik, termasuk media sosial. Menurut Inspektur Jenderal Drs. Arkian Lubish, SH sebagai Kakorbinmas Baharkam Polri, media sosial adalah salah satu tempat munculnya bibit-bibit radikalisme. “Mengapa saya concern dengan radikalisme? Karena radikalisme ini adalah akar dari tindakan terorisme, dan juga menebarkan bibit-bibit intoleran dalam kehidupan bernegara,” ujar Arkian. Sehingga, ia memutuskan untuk melakukan tindakan pencegahan berupa patroli di media-media digital.

“Salah satu konsep dari smart city, terutama segi keamanan, yaitu memprioritaskan pencegahan daripada quick response,” urai Arkian. Karena dengan masyarakat yang semakin modern dan kritis, masyarakat cenderung bertanya kenapa pihak berwenang tidak bisa mencegah sebelum kejadian-kejadian kriminal tersebut terjadi? “Ini yang menjadi fokus perubahan kita untuk mengikuti konsep smart city, yaitu pencegahan sebelum tindakan kriminal itu terjadi,” jawab Arkian.

Seperti yang bisa dilihat, di media-media sosial sekarang semakin banyak akun-akun tidak bertanggungjawab yang menebar kebencian, isu SARA, bahkan berita HOAX yang cenderung memprovokasi kepada pihak tertentu. “Apalagi sekarang semakin banyak individu-individu yang nekat melakukan aksi terror, seperti yang terjadi di masjid dekat Mabes Polri baru-baru ini,” sambung Arkian.

Hal-hal seperti inilah yang menjadi perhatian utama Polri utamanya divisi cyber crime untuk segera ditangani. Karena menurut Polri, kelompok-kelompok ini semakin canggih dalam merekrut anggota, “Bahkan sudah banyak yang merekrut secara online. Tentu saja ini ancaman yang besar bagi generasi muda,” cemas Arkian. Sehingga kelompok-kelompok radikal harus segera dicegah dan diberantas. Agar keamanan dan kenyamanan yang  merupakan faktor penting dalam tatanan kota cerdas bisa terwujud.

Tags: IFC & REI Mega Expo 2017,Indonesia Future City,Polri,event Tangerang,pameran properti Indonesia,berantas hoax dan hate speech