14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

REI Dorong Program Bantuan Rumah untuk Pekerja Informal

Real Estat Indonesia (REI) terus mendorong terealisasinya program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) yang saat ini tengah dirancang oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Program tersebut digadang akan lebih menggaerahkan industri properti tanah air.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia Banten, Roni Hardiriyanto Adali mengatakan mendorong program pemerintah menyediakan rumah untuk golongan masyarakat pekerja sektor informal. Sebab program tersebut akan memperluas kesempatan bagi masyakarat untuk bisa memiliki rumah, terutama mereka dari kalangan sektor informal, seperti pedagang, buruh harian, petani dan nelayan. Dimana selama ini mereka yang selama ini sebenarnya mampu mengangsur rumah, namun tidak bisa mengakses perbankan (bankable). "Sehingga sulit memperoleh pembiayaan untuk pembelian rumah," ujarnya, saat ditemui di acara pameran Indonesia Future City & REI Mega expo 2017 di ICE BSD, Tangerang.

Selama ini yang bisa mengakses kredit rumah hanya pegawai negeri atau karyawan perusahaan. Masyarakat yang berprofesi disektor informal sangat sulit mengakses kredit. Padahal untuk masyarakat kurang mampu pemerintah menyediakan berbagai insentif, baik insentif bunga maupun bantuan untuk DP rumah yang besarnya Rp4 juta. Selain itu untuk PNS juga terdapat program bantuan uang muka yang ditawarkan oleh Bapertarum. Belum lagi bantuan pinjaman uang muka dari BPJS Ketenagakerjaan untuk pesertanya dengan bunga cicilan 6 persen.

Namun masyarakat di sektor informal sangat sulit mengakses bantuan-bantuan tersebut. Bahkan mereka kerap ditolak saat mengajukan permohonan kredit rumah. Untuk itu pemerintah merancang program bantuan untuk golongan ini.

"Kami dengar program ini sedang disosialisasikan pemerintah. Ini yang ingin kita dorong" ujar Roni. Menurut Roni dari informasi yang diperolehnya bantuan pembiayaan itu berbasis tabungan. Pemohon rumah harus menabung selama 6 bulan, baru boleh mengambil rumah. Untuk pembelian kabarnya pemerintah akan mengucurkan bantuan muka hingga Rp25 juta.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat saat ini tengah menyusun dasar hukum untuk pelaksanaan program bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan dari bantuan Bank Dunia. Dasar hukum itu yang akan merinci tata cara pelaksanaannya. Dasar hukumnya pelaksanaan BP2BT itu nantinya dalam bentuk peraturan menteri.

Tags: IFC & REI Mega Expo 2017,Indonesia Future City,event Tangerang,pameran properti Indonesia,Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan,BP2BT