14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

REI Keluhkan Dukungan Pemda dalam Program Rumah MBR


Real Estat Indonesia (REI) mengkritik respons pemerintah daerah yang dinilai kurang memberi dukungan terhadap program sejuta rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang diinisiasi pemerintah pusat. Hal itu dirasakan para pengembang saat mereka ingin mengajukan izin pembangunan untuk rumah MBR.

"Izin sering keluarnya lama. Juga biayanya pengurusan masih dikenakan tinggi," ujar Ketua DPD REI Banten, Roni Hardiriyanto Adali, saat ditemui di lokasi pameran Indonesia Furure City dan REI Mega Expo di ICE BSD.

Roni mengatakan, sebenarnya para pengembang berharap pemerintah daerah memberi perhatian khusus terhadap izin pembangunan bagi rumah-rumah MBR, yang juga menjadi konsens pemerintah pusat. Misalnya dengan tidak memperlambat pemberian izinnya. Selain itu biaya untuk izin ini juga jangan dikenakan dengan hitungan yang sama dengan pengembang hunian premium.

Namun menurut Roni dari skala nasional pemerintah, daerah yang memiliki dukungan terhadap program rumah MBR diperkirakan hanya 30 persen dari jumlah kepala daerah seluruh Indonesia.

Padahal pemerintah pusat dan Presiden Joko Widodo begitu getol mensukseskan program ini. Baik melalui regulasi yang dipermudah, yakni dengan terbitnya PP 64 Tahun 2016 tentang penyederhanaan perizinan perumahan MBR.

Bahkan sejumlah insentif diberikan untuk memacu ketersediaan rumah MBR. Diantaranya dengan menggelontorkan pemberian subsidi sebesar Rp 4juta. Serta pemberian keringanan bunga pinjaman terhadap para pengembang yang menggarap hunian MBR, di mana bunga pinjaman itu lebih rendah dari bunga komersil.

Disebutkan Roni, untuk tahun ini REI menargetkan membangun 200 ribu hunian MBR. Untuk semester pertama telah telah tercapai 43 persen atau 94 ribu. Pada Semester II menurut Roni  kecenderungannya diperkirakan akan meningkat.

Bahkan, menurut Roni, pangsa pasar hunian MBR justru lebih bagus dibanding pasar hunian premium. "Karenanya, saat ini banyak pengembang besar yang terjun menggarap hunian MBR, karena memang pasar berkembang. Selain itu juga untuk subsidi silang dari proyek hunian premiumnya yang sedang sedang turun pasarnya," ujarnya.

Tags: IFC & REI Mega Expo 2017,Indonesia Future City,event Tangerang,pameran properti Indonesia,MBR,Masyarakat Berpenghasilan Rendah,Real Estate Indonesia