14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Ruang Publik Meningkatkan Kualitas Kota



Kota metropolitan dan kota-kota besar di Indonesia tengah menghadapi tantangan cukup berat dengan semakin sesak dan sumpeknya penduduk yang berdomisili didalamnya. Dengan tingkat kepadatan yang semakin tinggi, kota harus mampu mengatasi potensi dampak negatif yang mungkin muncul. Sekaligus melakukan antisipasi dan adaptasi terhadap setiap perubahan yang terjadi.

Kota mulai kelebihan beban, konsumsi energi bertambah lebih banyak, pencemaran udara meningkat, borosnya penggunaan lahan, serta ada ancaman kerusakan lingkungan. Artinya terjadi degradasi kualitas lingkungan. Keadaan fisik lingkungan hidup di kota mulai berada dalam kondisi buruk. Indikasinya terlihat dari buruknya kualitas air bersih, kualitas udara, dan kebersihan sungai.

Perlu ada terobosan untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup di wilayah kota. Diantaranya partisipasi masyarakat diharapkan lebih aktif berperan memperbaiki lingkungan dan meredam percepatan kerusakan lingkungan. Tapi yang terpenting adalah peran pemimpin kota harus dituntut berpikir inovatif dan bertindak kreatif untuk meningkatkan kualitas kehidupan kota dengan membangun kota yang hijau, cerdas, dan berkelanjutan.

Guna mewujudkan kota berkelanjutan, salah satu rencana tata ruang wilayah kota adalah menjamin ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) minimal 30% dari luas wilayah kota. Pembangunan RTH berupa taman-taman kota sebagai ruang publik merupakan modal pembangunan kota berkelanjutan.

Pasar juga merupakan ruang publik yang penting karena telah menjelma dari pusat kegiatan ekonomi lokal dengan produk-produk spesifik, menjadi pusat kegiatan lingkungan atau kawasan yang juga menyediakan berbagai jenis kebutuhan pokok, kuliner, serta bahan makanan organik. Itu sebabnya program revitalisasi/regenerasi untuk pasar harus disesuaikan dengan perubahan budaya masyarakat sekitarnya.

Jalan berikut fasilitas infrastruktur, jalur hijau, jalur pejalan kaki, dan jalur sepeda, di beberapa kota besar di Indonesia dapat dijadikan ruang publik berskala besar. Yaitu ketika dimanfaatkan untuk kegiatan seperti pesta rakyat, karnaval festival kebudayaan, lomba lari, atau jalur bebas kendaraan bermotor di akhir pekan. Ini melengkapi keberadaan ruang publik lain berupa stadion olahraga, bantaran sungai, pantai, yang memang diadakan untuk kegiatan umum.

Taman, pasar, dan jalan, merupakan elemen ruang publik kota yang memiliki dua karakter. Yakni elemen yang berdiri sendiri, seperti taman lingkungan dan pasar, serta elemen berupa garis, yaitu jalan, jalur hijau, jalur pejalan kaki, jalur sepeda, jalur perbelanjaan, serta jalur pedagang kaki lima (PKL). Bersama-sama dengan bentangan lapangan, alun-alun, atau taman kota yang bertautan, semua membentuk struktur ruang publik kota yang terintegrasi.

Harus diingat pentingnya keberadaan ruang publik di perkotaan karena fungsinya dapat memberikan banyak hal yang positif. Diantaranya wadah untuk berkegiatan sosial. Meski manfaatnya dapat memberikan keuntungan yang dapat memajukan kualitas hidup masyarakat dan kota tempatnya berada, namun keberadaan ruang publik sering terabaikan. Masyarakat di sebuah kota sudah seharusnya memiliki kesadaran sosial yang tinggi serta perilaku sosial yang baik yang dapat berdampak positif terhadap keberadaan ruang publik. Terutama dalam menjaga kebersihan, memelihara, dan tidak merusaknya karena betapa pentingnya keberadaan ruang publik di kota metropolitan dan kota-kota besar di Indonesia.

Tags: ruang publik