14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Smart Economy Adalah Tumpuan Utama Kota Pintar

Dalam mewujudkan konsep smart city atau kota yang pintar, banyak diperlukan upaya yang terkait dari berbagai pihak. Seperti yang diungkapkan ketua Bappenas Prof. Dr. Bambang P.S Brodjonegoro dalam konferensi yang diadakan di Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017 di ICE, BSD, Tangerang. Ia mendorong agar bisa terciptanya smart economy. Karena ini merupakan salah satu pilar yang mendukung berjalannya smart city.

Smart economy mendukung inovasi dan persaingan. Semakin banyak inovasi-inovasi baru yang dikembangkan maka akan semakin menambah peluang usaha baru dan daya saing,” jelas Bambang. Dengan daya saing yang maju, maka akan berdampak juga ke kualitas sumber daya manusianya.

Berbagai kebijakan menuju smart economy juga sudah disusun berdasarkan RPJMN 2015-2019. Seperti mengembangkan pencitraan kota berbasis produk unggulan, sdm unggulan, dan karakter sosial budaya lokal. Tertera juga meningkatkan kapasitas dan kemampuan inovasi SDM dalam inovasi dan kewirausahaan.

Mengembangkan peran layanan sistem informasi dari semua industri, juga akan mendorong terciptanya smart economy, dalam hal ini adalah bidang e-business. Dan terakhir, berjalannya proses elektronifikasi dimana pembayaran semua menggunakan transaksi non tunai.

Salah satu bentuk inovasi lain dalam smart economy, seperti yang dijelaskan Bambang adalah pengolahan kembali sampah. “Kota yang pintar harus bisa mengolah limbah sampahnya menjadi sesuatu yang kembali berguna,” tuturnya.

Dengan memanfaatkan masalah sampah untuk diolah menjadi energi baru, timbul juga keuntungan lainnya. Yaitu berkurangnya masalah pembuangan sampah. Karena sampah adalah masalah umum yang terjadi di kota besar. “Dengan diolahnya sampah menjadi energi melalui daur ulang atau penggunaan kembali, bisa mendorong perekonomian jalan terus,” sambung Bambang lagi.

Tags: IFC & REI Mega Expo 2017,Indonesia Future City,smart city, smart economy,event Tangerang,pameran properti Indonesia