14 - 24 September 2017

ICE - BSD CITY

Smart Library Kunci Peningkatan Minat Baca Masyarakat

Salah satu faktor penting untuk mewujudkan Kota Cerdas atau Smart City adalah sumberdaya manusia. Dan membaca menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia.

Data dari berbagai lembaga menunjukkan minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Mengutip data dari Most Littered Nation in The World yang disampaikan Central Connecticut State University tahun 2016 literasi Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 negara.

Petrus Sarjito Head of Marketing & Merchandising gramedia.com menambahkan UNESCO 2012 lalu menyebut minat baca Indonesia hanya 0,001. "Itu artinya dari seribu orang hanya ada satu yang membaca," kata Petrus yang menjadi Keynote Speech dalam konferensi Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017 di ICE, BSD, Tangerang, Rabu (20/9).

Ia menjelaskan setidaknya ada beberapa kendala yang menyebabkan minat baca masyarakat rendah. Misalnya kesulitan memperoleh buku, akses ke perpusatakaan, ketersediaan buku berkualitas, dan harga buku yang kurang terjangkau. "Untuk mengatasi ini perlu diatas dengan pendekatan yang selaras dengan kebiasaan masyarakat," katanya.

Diantaranya kebiasaan masyarakat saat ini menggunakan smartphone rata-rata 5,5 jam per hari. Jumlah pengguna aktif smartphone saat ini telah mencapai 63 juta dan harga smartphone yang semakin murah.

Dari situlah muncul solusi untuk membuat smart library. Sebuah solusi untuk membantu pemerintah untuk mengembangkan sumberdaya manusia dengan menyediakan akses membaca bagi masyarakat.

Smart library ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan perpustakaan konvensional. Berbeda dengan perpustakaan biasa, smart library dapat diakses dimana saja, tidak membutuhkan ruang, mudah untuk mencari buku serta lebih mudah mendapatkan akses laporan yang lengkap dan akurat.

Dengan smart library dapat diketahui apakah buku tersebut benar-benar dibaca masyarakat atau tidak. Smart library menggunakan sistem yang dapat memantau berbagai hal hingga tersedia laporan yang relevan. Laporan ini dapat dipakai pemerintah untuk memantau dan mengambil keputusan dengan tepat.

"Kami juga bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah menggalakkan program Gemar Membaca dengan login menggunakan kartu pelajar atau KTP," katanya.

Dengan smart library, keuntungan yang didapatkan bisa lebih tepat menjawab pernyataan mengapa satu wilayah memiliki nilai tertinggi atau angka kriminalitas rendah dan lainnya. Pengambilan keputusan pun dapat lebih terukur hingga kebijakan yang diambil tepat dan menguntungkan masyarakat.

Tags: IFC & REI Mega Expo 2017,Indonesia Future City,smart library,perpustakaan cerdas,smart city,event Tangerang,pameran properti Indonesia